Cerita Bersambung

Menggenggam Dunia – (4) Tangisan Rahmat

Pada sore hari yang hangat, aku berjalan menuju rumah Rahmat dan menawarkan diri untuk membiayai sekolahnya. Mata batinku mengatakan bahwa Rahmat akan menjadi orang yang sukses di masa depan. Aku melewati perjalanan melalui lapangan sepak bola. Tak ada yang bermain, aku hanya mendengar suara anak-anak yang sedang mengaji. Mungkin sekolah tersebut yang Ibu Sri maksud,… Lanjutkan membaca Menggenggam Dunia – (4) Tangisan Rahmat