Cerita Bersambung

Menggenggam Dunia – (15) Cinta yang tak terbalas

Pikiranku menjadi penuh tebakan, ia akan menerimaku atau menolakku. Ratih menangis di hadapanku. Aku tak tahan melihatnya menangis, seakan hatiku terasa teriris-iris melihat tetesan demi tetesan air matanya. “Ratih, kenapa?” tanyaku memecah kesunyian melihat tangisannya. “Mas Arkan.” Tangisnya mengucap namaku. “Maaf, aku telah lancang mengucapkan isi hatiku.” Bu Tia, ibu kandung dari Ratih keluar dari… Lanjutkan membaca Menggenggam Dunia – (15) Cinta yang tak terbalas