Arsip Kategori: Berbagi Pengalaman

Berbagi pengalaman (9) Pesona Taj Mahal

Taj Mahal, India

Melakukan perjalanan ke India, rasanya kurang afdol jika belum berkunjung ke Taj Mahal. Salah satu keajaiban dunia yang terletak di Kota Agra, India kurang lebih 212 kilometer dari ibukota India, New Delhi yang ditempuh sekitar 3 s.d. 4 Jam dengan mobil/taksi. Di kawasan Taj Mahal ini terdapat beberapa bangunan, masjid, makam, dan rumah tamu. Bangunan pada foto di atas merupakan bangunan utama berada di tengah kawasan yang diapit oleh empat menara simetris, lalu pada sisi bangunan tersebut terdapat mesjid dan rumah tamu.

Sebelum pergi ke Taj Mahal, tanpa kepo-in apa saja yang ada di Taj Mahal, saya mengira bahwa bangunan di atas adalah mesjid. Ternyata bukan, 😅 Foto di atas adalah bangunan berisi makam bernama Khurram yang menjadi raja bergelar Kaisar Mughal Shah Jahan dan istrinya bernama Arjumand yang diangugerahkan nama Mumtaz Mahal oleh Kaisar tsb.

Bangunan tersebut dibuat sebagai simbol cinta seorang Kaisar Mughal Shah Jahan kepada Mumtaz Mahal, yang kala itu melahirkan 14 anak namun meninggal saat melahirkan pada ada 17 Juni 1631 masehi.

Gerbang Masuk Taj Mahal

Per Juli 2019, harga tiket masuk bagi wisatawan mancanegara ke kawasan ini sebesar 1.300 Rupee dengan rincian 1.100 Rupee untuk kawasan Taj Mahal dan 200 Rupee untuk masuk ke gedung Taj Mahal. Namun untuk wisatawan lokal sebesar 50 Rupee.

Kesan pertama ke tempat ini, Indah namun harus tetap Mawas Diri. Pertama turun dari mobil untuk masuk ke kawasan Taj Mahal, langsung disambut oleh beberapa orang India yang menawarkan jasa tour guide dengan sedikit memaksa, saran dari pak supir sebelum kami turun sebaiknya jangan dihiraukan dan langsung tinggalkan saja tanpa ada rasa gak enak’an. 🙈 Selain itu, kejadian serupa terjadi ditempat pembelian tiket masuk. Dengan penawaran jasa tour guide dan dibelikan tiketnya oleh orang tsb. Untuk berapa harganya melalui jasa tour guide, saya kurang tau dan gak mau menanyakan ke orang yang menawarkan tsb, khawatir malah semakin menjadi-jadi pemaksaannya, hehe.

Oke cukup sekian, semoga bermanfaat bagi para pembaca blog My Name Is Ali yang akan atau sedang melakukan perjalanan ke tempat ini. Tetap mawas diri dan selamat dalam perjalanan. 😁

Agra, 10 Juli 2019

Berbagi Pengalaman (8) Catatan Anak Asrama – Mahasiswa Kedinasan

Video Persembahan untuk teman-teman mahasiswa angkatan X (Th. 2011 – 2015) yang telah berjuang bersama sebagai anak asrama pada sekolah kedinasan STSN.

22 Juli 2011, kami berkumpul dan memulai bersama menjadi mahasiswa kedinasan yang disiapkan untuk mengabdi sebagai aparatur sipil negara di Sandi Negara.

Video sebagai kenangan, dan semoga menginspirasi terkhusus bagi adik-adik yang berminat masuk sebagai mahasiswa kedinasan, rekan-rekan mahasiswa STSN, dan bagi semuanya.

Quotes:

Impian jarang ada yang instan, semua berawal dari niat, proses, dan akhirnya membuahkan hasil. Semangats!

Musik :

Those Years – Jason Piano

Berbagi Pengalaman (7) Pantai Elyora Batam

Bagi kalian pecinta pantai dan berdomisili di Batam, pasti kenal dan setidaknya pernah mengunjungi Pantai Elyora Batam. Pantai ini terletak di Barelang Ujung setelah Jembatan 6, Galang Baru, Kota Batam. Tempat ini jadi salah satu rekomendasi tempat wisata di Batam, selain dari keindahan alamnya terdapat fasilitas penyebrangan ke pulau seberang, banana boat, gazebo, tempat kemping, dan tentunya bisa berenang karena memiliki ombak yang tenang. Di Pantai Elyora juga terdapat fasilitas MCK yang dapat digunakan serta Mushola, sehingga tidak perlu khawatir pulang dengan basah kuyup jika kalian selesai berenang. Tiket masuk ke pantai dengan harga Rp 10.000 per orang, biaya sewa Gazebo Rp. 50.000, biaya bilas/mandi Rp. 5.000 per orang dan biaya BAB/BAK Rp. 2.500.-.  

Oke pesan cukup sekian pengenalan singkat tentang Pantai Elyora, banyak blog-blog, vlog-vlog, dan artikel lain yang bahas tentang Pantai Elyora jika kalian tertarik.. hehe.. Lanjut lagi ke Berbagai Pengalaman selanjutnya.. 😀

Sabar dan Bersyukur adalah kunci menikmati kehidupan. Jalani Harimu dengan Senang Hati, dan ingatlah Bahwa ALLAH SWT sudah mentakdirkanmu untuk melihat MASA LALU sebagai pembelajaran, MASA DEPAN sebagai impian, dan HARI INI sebagai HARIMU Untuk Berjuang, Bersabar jika terjadi cobaan, dan Bersyukur jika telah diberikan nikmat dan karunia-Nya. Man Jadda wajada…!!!

Berbagi Pengalaman (6) Wisudawan STSN

Melanjutkan pendidikan di Sekolah Tinggi Sandi Negara ibarat mengarungi sekolah kehidupan. Tak hanya mendapatkan ilmu akademik, namun sekolah ini melatih mahasiswa untuk mengasah kemampuan diri baik di bidang olahraga, keagamaan, organisasi, serta attitude sehingga lulusan Sekolah Tinggi Sandi Negara merupakan sosok-sosok pilihan yang siap bergabung dalam kehidupan bermasyarakat. Perjalanan berawal dari mengikuti Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Sekolah Tinggi Sandi Negara (SPMB STSN) dan berakhir menjadi seorang wisudawan Sekolah Tinggi Sandi Negara.

SPMB STSN merupakan titik awal ujian untuk seluruh peserta lulusan SMA jurusan IPA yang berkeinginan melanjutkan pendidikan di STSN. Seleksi berawal dari pendaftaran online pada website STSN dengan tenggang waktu satu bulan untuk mengisi formulir pendaftaran, serta calon mahasiswa wajib memenuhi syarat-syarat pendaftaran yang telah ditentukan. Setelah batas waktu pendaftaran onine berakhir, calon mahasiswa diminta untuk melakukan pendaftaran ulang serta seleksi administrasi dengan melakukan verifikasi formulir secara langsung di Sekolah Tinggi Sandi Negara.

Seleksi tahap awal dimulai, para peserta SPMB STSN mengikuti tes akademik dengan materi Tes Potensi Akademik (TPA), Matematika, dan Bahasa Inggris. Waktu yang diberikan untuk mengerjakan soal selama 180 menit. Pada tahap ini merupakan proses seleksi dengan jumlah peserta gugur terbanyak, karena dari ribuan peserta hanya 300 hingga 400 peserta yang lolos ke tahap tes Psikologi. Pada tes Psikologi, peserta SPMB STSN mengikuti rangkaian kegiatan tes yang bertujuan untuk mengukur kompetensi berdasarkan kepribadian dan intelejensi. Sehingga peserta yang lulus dari tes Psikologi merupakan para calon mahasiswa yang memenuhi profil sebagai seorang insan sandi. Selanjutnya adalah tes kesehatan dan kebugaran yang berlangsung dua hari, dengan tim pemeriksa kesehatan dari dokter serta perawat, dan tes kebugaran dengan didampingi oleh tim satuan pengasuhan mahasiswa. Hari pertama yaitu tes kesehatan, peserta SPMB STSN melalui pemeriksaan dari tes mata, gigi, urin, tinggi badan, berat badan, paru-paru, tensi darah, dan beberapa pemeriksaan penyakit dalam lainnya. Sedangkan tes kebugaran yang berlangsung pada hari kedua, peserta mengikuti rangkaian tes, yaitu lari selama dua belas menit, pull up, push up, shit up, dan shuttle run. Dari tes kesehatan dan kebugaran hanya ada 100 hingga 150 peserta yang lolos ke tahap selanjutnya, yaitu tahap Wawancara. Pada tahap Wawancara, peserta SPMB STSN mengikuti tes tertulis Mental Ideologi (MI) dan rangkaian wawancara yang terdiri dari wawancara tentang pengetahuan kewarganegaraan, wawancara akademik, dan wawancara psikologi. Peserta yang lolos dari tahap Wawancara akan mengikuti tes terakhir, yaitu tahap Pantukhir. Tes terakhir ini merupakan keputusan akhir yang menentukan calon peserta pantas atau tidak untuk menjadi mahasiswa STSN, dengan diwawancarai langsung oleh pejabat struktural Lembaga Sandi Negara dan Sekolah Tinggi Sandi Negara.

Dari rangkaian tahapan SPMB STSN yang berlangsung selama kurang lebih tiga bulan, menghasilkan angkatan baru yang siap untuk menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Sandi Negara selama empat tahun.

Selamat datang di kehidupan Sekolah Tinggi Sandi Negara.

Menjalani kehidupan di STSN selama empat tahun, tidak hanya belajar akademik di gedung perkuliahan namun termasuk gedung asrama, perpustakaan, ruang makan, tempat ibadah, fasilitas olahraga merupakan prasarana yang disediakan untuk meningkatkan kompetensi dan kepribadian bagi setiap mahasiswa. Sehingga saat masa orientasi kampus atau yang lebih dikenal dengan Program Pembentukan Mahasiswa Baru (PPMB), mahasiswa sudah ditanamkan lima prinsip angkatan agar dapat melalui kehidupan bersama di lingkungan STSN. Lima prinsip angkatan tersebut, yaitu saling tolong menolong, saling bekerjasama, saling mengingatkan, kami bersaudara, serta masuk dan lulus bersama.

Dalam hal akademik, beban studi yang ditempuh selama empat tahun oleh mahasiswa STSN adalah 146 Satuan Kredit Semester (SKS). Pada semester kedua, mahasiswa berhak memilih antara dua program studi yaitu Program Studi Teknik Persandian dan Program Studi Manajemen Persandian. Sedangkan pada semester ketiga, mahasiswa pada Program Studi Teknik Persandian berhak memilih antara dua bidang minat yaitu Teknik Kripto dan Teknik Rancang Bangun Peralatan Sandi.

Terdapat empat angkatan dengan masing-masing tingkatan serta evolet yang berbeda. Tingkat satu merupakan mahasiswa baru yang memiliki evolet berwarna hijau, tingkat dua memiliki evolet berwarna kuning, tingkat tiga memiliki evolet berwarna merah, dan tingkat empat yang merupakan mahasiswa senior memiliki evolet berwarna biru. Masing-masing tingkatan memiliki beban akademik yang berbeda, bermula dari tingkat satu yang berkutat dengan materi nilai-nilai dasar, seiring dengan naik tingkat maka materi yang dipelajari semakin merucut ke arah ilmu persandian, khususnya untuk tingkat empat yang memiliki kewajiban untuk menuntaskan Tugas Akhir dengan tema sesuai dengan program studi yang ditempuh.

IMG_20150126_114007_1422247288700

Dengan syarat menuntaskan 146 SKS beban studi dan menjadi mahasiswa yang taat peraturan tanpa terlibat pelanggaran berat terhadap Peraturan Kehidupan Mahasiswa (Perdupma), maka mahasiswa tersebut berhak dinyatakan lulus dalam menjalankan pendidikan di Sekolah Tinggi Sandi Negara. Perjalanan sebagai seorang mahasiswa berakhir dengan prosesi wisuda bagi mahasiswa yang berhasil lulus pendidikan di STSN. Pengucapan janji wisudawan diikrarkan sebagai pegangan yang harus dijalankan, sehingga dapat senantiasa menjunjung tinggi kehormatan almamater Sekolah Tinggi Sandi Negara sebagai insan persandian Indonesia untuk mengabdi kepada nusa dan bangsa.

Berbagi Pengalaman (5) Catatan Anak Asrama

Selamat Pagi, Siang, Malam para pembaca blog My Name Is Arif.

Pada kesempatan kali ini, saya ingin berbagi pengalaman yang ke 5 di blog ini. Kali ini saya akan ajak pengunjung blog ke kehidupan asrama.

Asrama? Ada apa? Postingan ini mungkin ada kaitannya dengan pertanyaan teman-teman pada Berbagi Pengalaman 3 tentang kehidupan di asrama. Dimulai dari kehidupan di barak (saat menjadi paling junior), hingga beranjak ke kamar (udah senior, :D).

CIMG5441

 Menjalani kehidupan berasrama dalam satu barak bersama 27 orang putra, tentunya ‘nano-nano’. Kenapa? Yak, karena mau tidak mau kalian harus bergabung dengan mereka, dari interaksi sosial, saling memahami, saling berbagi, saling membantu, dsb. Masing-masing orangpun memiliki keanekaragaman karakter, ada yang usil, rame, baik, pendiam, bawel, dll. 😀 Jadi satu sarat utama biar betah di barak asrama adalah SALING MEMAHAMI.

Sebenarnya dari awal ospek, kami sudah dibimbing oleh senior untuk menjalani kehidupan di asrama dan tentunya kehidupan kampus. Terdapat lima prinsip yang harus kami pelajari dan pahami, yaitu saling tolong menolong, saling bekerjasama, saling mengingatkan, kami bersaudara, serta masuk dan lulus bersama. Dari lima prinsip itu, dengan sendirinya membuat kami terbiasa dengan kehidupan bersama.

Misal ke contoh saling tolong menolong…. 😀

Tentunya masing-masing telah memahami kondisi yang dimiliki oleh temannya. Nah misalkan nih, saya lagi kehabisan ongkos untuk pulang, dan ada teman saya yang mempunyai rejeki berlebih. Bisa tuh untuk sementara pinjam dulu, tapi jangan lupa diganti. Pasti bakal dipinjemin deh… (tega amat kalo ga dipinjemin, :D). Atau kasus lain, misal kalian sedang kesulitan dalam belajar, kalian bisa langsung tanya tuh sama yang jago di bidangnya. Dari 27 orang yang berada di barak, tentunya ada orang yang diberi kemampuan berlebih dalam memahami pelajaran. Dengan saling tolong menolong, yakin dah! Tiap semester yang kalian jalani di kampus ini akan aman. (Ga ada yang DROP OUT)

Belajar Bareng

Kehidupan berasrama juga melatih kita untuk saling bekerjasama…

Untuk membersihkan barak dan asrama yang cukup luas, tentunya harus ada pembagian tugas untuk membersihkan tiap ruangan. Ada yang bagian barak, kamar mandi, lorong, ruang belajar, teras, bahkan hingga menyiram bunga. Haha. 😀 Dan dalam waktu yang tak lebih dari 15 menit, barak dan asrama dalam keadaan cling. Gambar di bawah ini foto ruang belajar ketika berantakan…. 😀

ruang belajar

Tentunya kita sudah tau kapan hari ulang tahun teman-teman seangkatan. Biasanya kita suka kasih kejutan baik berupa kue ulang tahun, didoakan, diselamatin, bahkan dikerjain. 😀 Nah untuk foto yang dibawah ini adalah ketika si baju warna hijau ulang tahun. Walau gak semua saat itu yang bangun, sebagian dari kami membangunkan si baju hijau tepat tengah malam dengan kue dan lilin yang menyala. Diluar ulang tahunnya, bahkan ada yang lebih sadis, yaitu dibanjur, dijeburin, dikasih kucing, atau dengan ‘penyiksaan’ lain yang masih dalam batas kewajaran untuk mewarnai hari ulangtahunnya.

CIMG1179

Dari situlah menjadikan kami memiliki rasa kebersamaan, kekompakan, dan saling bla bla bla antar satu angkatan.Kehidupan di asrama itu melatih kita untuk saling berbagi. Gak mau kan kalo kalian kenyang sendiri tetapi tetangga kalian lapar? Nah… Biasanya dari teman-teman di asrama, selalu memberi makanan yang dimiliki baik itu secara ditawarkan maupun secara diminta. Hhe.. Pernah suatu kejadian, waktu bawa moci yang lumayan banyak dari Sukabumi, gak lebih dari lima menit langsung habis dilalap manusia-manusia lapar. Begitulah huru-hara ketika disajikan makanan… (ada videonya si.. tapi saat ini berupa gambar dulu, :D)

IMG-20141213-WA0001

Beranjak ke kehidupan di kamar, ga ada bedanya sama kehidupan di barak. Ya perbedaannya, kamar itu dihuni 2 orang sedangkan barak 28 orang. Biasanya kalo bosan di kamar, kadang ada juga teman-teman yang main ke kamar lain, dari sekedar berkunjung, belajar, ngobrol, minta asupan makanan, bahkan nginep di kamar lain. Kalo nginep itu biasanya saat malam minggu, karena berhubung teman sekamar pulang ke rumah jadi bisa mampir tuh nginep ke teman yang sendirian..

CIMG5964

Ya, mungkin sekian yang bisa saya ceritakan mengenai asrama. Hampir 4 tahun telah berkecimpung di dunia asrama menjadikan banyak pembelajaran yang didapat dari teman-teman seangkatan, senior, maupun junior. Pesan bagi mahasiswa yang mau berasrama atau mau nge-kost.. Ya harus siap-siap menerima apa adanya perilaku baik maupun yang kurangberkenan di hati kalian. Pesan nih, ambil saja positifnya… Untuk negatifnya, kalo bisa ditegur ya syukur tapi kalo susah ya sudahlah.. 😀

Sekian, semoga menginspirasi… Sampai jumpa di Berbagi Pengalaman berikutnya..